Menurut Bopp (2000: 4) sejarawan layanan referensi biasa-
nya melacak konsep modern karya referensi Samuel Green 1876,
hubungan pribadi antara pustakawan dan pembaca, kemudian
diterbitkan dalam jurnal perpustakaan Amerika (sekarang jur-
nal perpustakaan). Sampai saat itu, perpustakaan berkonsentra-
si pada pengorganisasian materi, dan pengguna perpustakaan.
diharapkan untuk menemukan apa yang mereka butuhkan se-
cara mandiri. Selama 1880-an dan 1890-an membutuhan staf
khusus dalam prinsip-prinsip membantu pemustaka untuk
memperoleh informasi atau mendapatkan informasi yang selu-
as-luasnya. Ini aktivitas baru, awalnya disebut bantuan kepada
pembaca, dikenal dengan tahun 1890-an sebagai referensi ker-
ja. Pada 1883, perpustakaan umum di beberapa kota besar yang
menawarkan kelas untuk referensi asisten. Pada 1887, sekolah
perpustakaan pertama kali dibuka di Columbia College dan kuri-
kulum memberikan perhatian pada bantuan kepada pengguna.
Pada 1900, banyak perpustakaan umum memiliki ruangan refe-
rensi, di mana bahan referensi yang tersedia di rak-rak terbuka
dan pustakawan referensi yang siap memberikan bantuan da-
lam penggunaan bahan pustaka.
Pelayanan referensi baru dikenal pada abad ke-20. Pada
awalnya pustakawan dikenal sebagai penjaga dan pemelihara
buku saja. Dengan adanya revolusi industri, masyarakat ma-
kin maju. Masyarakat sekarang ingin mengetahui segala hal
dan memperoleh jawabannya, karena itu fungsi pustakawan
meningkat, yaitu menggali bahan-bahan pustaka untuk mem-
peroleh informasi. Sejak itu pustakawan harus ikut menyebar-
luaskan informasi secara aktif. Mulai berkembanglah apa yang
nologi informasi dan komunikasi, maka fungsi perpustakaan
makin berkembang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar